Pages

Saturday, March 20, 2010

A N A K : Kholil Gibran

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Dari ‘Cinta, Keindahan, Kesunyian’)

~ Kahlil Gibran ~




Friday, March 19, 2010

A S A L U S U L B A T I K

"B A T I K"

Berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.


sumber :perpustakaan online (batik menurut wikipedia



  • Price Rp 50.000 (kwol)
  • Ukuran All Size (Pjb
    58 Pjc 52, Lbb 50 Lbc 25 ) ,
  • warna seri (Biru , Hijau, Kuning, Orange),
  • Motif Campur, berat 4 ons, min pembelian 3pc





INFO PEMESANAN :

081 249 495 990, Rek Mandiri slamet agus 141 000 460 973 1

FLORA DAN FAUNA SEBAGAI MOTIF BATIK MADURA

Batik tulis khas Madura, masih tetap memelihara motif flora dan fauna. Seperti yang ditekuni para perajin batik tulis di Desa Klampar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mereka tetap memilih motif flora dan fauna, dan tak terpengaruh dengan motif kontemporer yang belakangan lebih populer di kalangan kaum muda.

Batik Tulis Madura msih Mempertahankan Motif
FLORA dan FAUNA sebagai CIRI KHASnya

Motif fauna yang dipilih para perajin batik tulis, digambarkan seperti dedaunan, dan bunga-bungaan. Sedangkan motif fauna ditorehkan seperti kepala, sayap dan ekor ayam. Motif flora dan fauna itu, direfleksikan menjadi motif Segar Jagat, Kenari, Jago Kluruk, mata ikan, dan motif Sabat.

Motif flora dan fauna terawat dengan baik, lantaran para perajin batik tulis ini secara turun -temurun bermukim di kawasan pertanian.

Masih terawatnya motif batik Madura yang lekat dengan flora dan fauna, boleh jadi karena budaya warisan leluhurnya. Indikasinya, lembaran batik tulis ini digarap oleh sebuah keluarga besar. Mereka terdiri dari nenek, anak bahkan cucu.

Tiga generasi kerja bareng dalam satu pondok, membatik dengan satu tungku berisi cairan malam. Seperti yang dilakukan pada keluarga nenek Maryam yang berumur 76 tahun ini. Maryam dibantu oleh Suhimah, anaknya. Anak Suhimah yang tak lain cucu Maryam, juga bergabung membatik dalam satu pondok.

Cara membatik seperti itulah, yang menjadikan motif flora dan fauna tetap terpelihara dengan baik sebagai motif batik tulis khas Madura.

Membatik bersama keluarga besar, tak hanya dilakukan keluarga Maryam. Puluhan keluarga di Desa Klampar melakukan pekerjaan yang sama. Para pembatik ini, menggarap seluruh proses pembatikan.

Usai pembatikan, lembaran kain ini masuk proses pewarnaan. Tiga warna primer, menjadi pilihan favorit kalangan pembatik. Yaitu, warna merah, hijau, dan kuning. Setelah pewarnaan, lembaran kain batik ini masuk pada tahap pelorotan atau membersihkan cairan malam yang memadat dan menempel di lembaran kain.

Proses pelorotan ini, dilakukan dengan cara mencelupkan kain kedalam drum berisi air panas diatas tungku api kayu baker. Terakhir, lembaran kain batik ini dibilas dengan air bersih lalu dijemur.

Menurut Ahmadi, tak ada kendala yang ditemui selama bergelut dengan usaha batik tulis. Pemasarannya mudah. Kain batik buah karya pengrajin asal Desa Klampar ini, diborong kalangan pedagang batik di kota Pamekasan.

Ahmadi mengatakan, para pembatik di Desa Klampar ini, tak jarang mendapat order dari pemodal yang memesan batik kain sutra. Bahan kain sutranya dipasok pemodal, sedangkan pengrajin tinggal membatiknya.

Menurut Ahmadi, para pemodal itu kebanyakan para pemilik butik. Baik yang membuka gerai di Pasar Batik di Jalan Jokotole, maupun pemilik butik di kota Surabaya dan Jogjakarta.

Di sejumlah butik di Pasar Batik Pamekasan, harga lembaran kain batik berbahan sutra kelas menengah, rata-rata dilepas seharga Rp 500 ribu. Untuk batik sutra kelas super dilepas dalam kisaran harga Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta.

Dalam hari-hari besar tertentu, lembaran kain batik tulis khas Madura ini, sering digunakan sebagai parsel untuk para kolega.



Sumber: www.kompas.com

BATIK MADURA

Batik Madura adalah batik yang di buat di madura dengan corak khas Madura juga tentunya.

Batik Madura Menjadi menarik karena kelangkaan nya. karena batik madura memang belum se-populer batik-batik yang lain seperti batik Pekalongan, batik solo, batik surakarta, atau batik jogja. Namun justru karena ‘tidak umum’ inilah yang menjadikannya unik sekaligus berharga. Dan yang pasti bernilai seni tinggi.

sentra-sentra batik madura antara lain mulai dari Bangkalan yang merupakan ujung Barat Madura, sampai kios-kios batik di pasar Sumenep.
Batik Madura seakan identik dengan satu tempat istimewa, yaitu Tanjung Bumi. Yang berada di Bangkalan Utara, di luar jalur utama lintas Madura yaitu berada di sisi selatan pulau Madura

salah satu contoh hasil batik tulis madura



salah satu contoh hasil batik tulis PRADA



Thursday, March 18, 2010




Blus Rompi Pendek

Ukuran : All Size; Ld= 50cm, Pj= 80cm
Harga : Rp 80.000
Kode : Brpd


Cara mudah pemesanan :

  1. Kirim SMS Nama barang yang ingin anda beli dan alamat anda Ke 081 249 495 990
  2. Kami akan membalas tentang ketersediaan barang dan harga belum termasuk ongkos kirim.
  3. Silahkan anda melakukan transfer ke rekening kami di bank Mandiri 141 000 460 973 1 a.n slamet agus
  4. Pengiriman barang akan kami proses
  5. Silahkan menunggu pesanan di rumah anda
  6. Harga bukan masalah selama dapat berpenampilan menarik





Wednesday, March 17, 2010